Ayo Nyablon

Tulisan ini di ambil dari teman facebook Adei Sapta Baruna – tentunya penyablon juga.

Sablon itu yang penting adalah SDM nya
Bukan masalah mejanya apa, cat nya apa, pecah warnanya pake apa..
Bersyukur dan maksimalkan alat yang kita miliki,
Mau pake meja rotary, frame, catok, panjang, rel, ataupun todong
Mau pake tinta plastisol, rubber, extender, discharge, dll
Semua cuman Objek, Tergantung kitanya gimana.”

Sablon itu menurut saya 90% praktek
dan 10% teori.
Teori aja ya sama aja boong
tapi praktek tanpa teori ya kuranglah menurut saya
singkronin dua duanya agar jadi 100%

“Keep spirit “Printer”
Bersyukur dan maksimakan SDM dan SDA yang anda miliki.
Jangan memaksakan  tanpa melihat kemampuan kitaayo nyablon.vom

 

Posted in Bisnis Sablon, Cara menyablon | Tagged , | Leave a comment

Sablon for Startup

Saya yakin banyak orang yang berkeinginan mempunyai usaha sendiri dibidang apapun, termasuk di bidang Screen printing – Sablon Manual. banyak hal yang di tanyakan tentang usaha sablon manual ini, mulai dari budget yg dibutuhkan sampai alat apa saja yang dibutuhkan dll.

Bagi yang baru banget mau  memulai usaha ini wajar sih mempertanyakan hal tersebut. karena memang perlu tahu untuk hal tersebut agar tidak langsung jor joran ngeluarin budget yang bisa jadi belum efektif atau efisien.

Untuk Startup bisnis sablon manual bisa dijalankan bagi karyawan yang memang ingin mempunyai usaha sampingan. tentunya harus bisa membagi waktu dengan pekerjaan utamanya. Sulit ga…? relatif. banyak yang melakukan pekerjaan double seperti ini. ada yang sukses, ada yg lumayan dan ada juga yang gagal. semua itu balik lagi ke orangnya, serius ga menjalani usahanya….

jadi Budget nya berapa nih buat pemula…? RELATIVE… ga ada patokan berapa nya. yang penting siapin duit aja. 2 juta (itu juga belum langsung dipakai semua). klo mau buat belajar dulu secara otodidak sekitar 400K

Alat yg dibutuhkan apa aja..? Banyak. jumlahnya berapa…? relative, tergantung kebutuhan pada waktu sablon

  1. Rakel – ada bermacam2 ukuran tergantung dari besarnya desain yang akan dipakai
  2. Screen – juga macam2 ukuran dan kerapatan pori2 nya
  3. lampu – untuk pemula 2 sudah cukup
  4. Tinta Sablon – ada water base dan solven base. berapa banyak…? mulai dari sedikit dulu aja. klo kurang baru tambah
  5. Meja Sablon – jenisnya macam2. disesuaikan budget aja
  6. Pembersih.
  7. Semprotan
  8. pewarna – pilih warna dasar aja dulu. merah kuning biru hitam dan putih
  9. pengering – ada hairdryer dan hotgun

setelah memulai baru deh sekarang punya 2 dunia atau dunia kodok ( hidup di 2 alam). pagi kerja, malam nyablon… :)

how-to-do-a-startup

Posted in Bisnis Sablon | Tagged , | Leave a comment

Teknik Sablon Discharge

Bang ini sablon apa ya….? bagus…

“Ini sablon menggunakan teknik discharge”

secara simple nya hasil sablonan  discharge itu menyatu di bahan.  sangat lembut dengan warna yang menyala tanpa menggunakan dasar putih. umumnya teknik sablon discharge menggunakan kaos berwarna hitam.

teknik ini dikenal lebih awet, baik dari hasil sablonan sampai dengan karakter kaos yang tak mudah molor meski digunakan selama beberapa tahun

Untuk melakukan teknik ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelumnya. Seperti pemilihan bahan yang reaktif. Bahan ini biasanya akan membuat tinta dapat menyerap dengan sempurna dengan kain pakaian. Sementara bahan yang berlawanan hanya akan membuat proses sablon kemungkinan besar gagal.

hal-hal yang perlu diperhatikan waktu akan menyablon teknik discharge

1. Bahan kaos yang akan di gunakan bersifat reaktif. biar ga bingung langsung pakai kaos Gildan yang softstyle aja. karena bahan nya sudah reaktif

2. Menggunakan pasta discharge ( yang clear untuk sablon warna dan yang putih untuk sablon warna putih)

3. Bubuk Ordoles. penggunaannya 6 persen dari pemakain pasta discharge

3. curring atau Mesin heat press 160 derajat. waktu 15 detik

selamat mencoba

 

 

Posted in Cara menyablon | Tagged | 3 Comments

Menyablon Foil

salah satu tekhnik sablon manual yg mudah dilakukan adalah tekhnik sablon menggunakan kertas foil. umumnya sablon foil digunakan untuk jenis sablon yang ngeblok aja. caranya yang digunakannya

seperti sablon manual lainnya saja. yang membedakan adalah bahan yang dipakai. seperti tinta yang dipakai dan kertas foil. gesuter harus menyediakan Tinta foil (kadang penamaan bisa beda-beda) dan kertas foil. kertas foil bisa macam2 jenis dan warnanya.

Ada Gold, Silver, Warna Pelangi, Transfaran, Biru dll. efek yang dihasilkan cukup lumayan bagus. tinggal dicari aja, ini cocoknya ke segmet market yang mana..

Alat tambahan yang dibutuhkan :

Lem Poil
Kertas Foil
Mesin Heat Press

cara menggunakannya adalah sbb :

  1. lakukan sablon gambar yang mau di sablon dengan menggunakan Lem Foil
  2. keringkan dengan hairy drayer. klo di rasa kurang rata bisa 2 x naik.
  3. lakukan press menggunakan mesin heat press. sebelum di press pastikan posisi kertas foil sudah tepat dan ada di atas desain yang disablon.
  4. waktu yang digunakan untuk press sekitar 20 detik. (lamanya waktu press bisa beda-beda. tergantung dari kualitas mesinnya)
  5. setelah selesai di press. didiamkan dulu sampai tidak panas. setelah itu angkat  kertas foilnya dari kaos. wallah …jadi… maka jadilah…

 

kertas foil sablon foil

 

Posted in Cara menyablon | Tagged , | Leave a comment

Kualitas Distro

Gan Jual tinta kualitas distro ga…?

Gan Rubber yang biasa dipakai nyablon distro rubber apa..?

Bang jual kaos polos kualitas distro ga…?

Pertanyaan diatas sering dipertanyakan oleh para gesuter pemula yang mau usaha di sablon dan buka clotingan

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ada lembaga resmi yang membuat sertifikasi untuk membuat toko distro harus menggunakan alat dan bahannya  seperti ini dan itu…? dan Perlengkapan harus standar distro dll… ?

Hal ini pernah di tanyakan ke gesuter senior bandung… jawabannya malah ngaco sambil ngelawak.. yang intinya tidak ada itu standar distro.  Setiap gesuter bebas-bebas aja untuk menjual jenis clotingan yang mau di jual.  Karena hal itu kembali ke selera masing-masing pembeli. Ada yang sudah suka kaos cutton 20s ada juga yang 30s.
distro
Sablonanpun bisa beda-beda. Ada yang suka tinta plastisol ada juga yang suka tinta rubber. Tinta plastisol dan rubberpun macam-macam kualitas dan harganya. Hasil dari sablonanpun kadang kita tidak tahu itu menggunakan tinta yang berkualitas bagus atau biasa-biasa aja dan murah. Jadi itu kembali lagi kepada masing-masing gesuter.

Tinta murah bukan berarti tidak bagus, tergantung siapa yang gesut juga. Tinta mahal belum tentu juga hasilnya bagus, tergantung yang gesut dan kecocokan si pemakai. Jadi jangan berpikiran, wah sablonan nya ga sama kayak distro… (lah yang nyablon kaos distro kan orang yg sering nyablon.. jadi khatam nyablonnya..) terus gesut dan kembangkan kreativitas (bagi yang ada waktu…. Ane sih agak susah bagi waktunya..heheh)

Jadi clotingan sekelas distro itu yang bagaimana sih…?  Itu sih kembali kepada si pembeli. Kalau enak di pakai dan nyaman dibadan dan di kantong itu bisa kualitas distro juga. So jadi semuanya relative…… hhhmmm benar ga nih ya…!!!!

Posted in Bisnis Sablon | Tagged , , | Leave a comment

Memelihara Rakel

Rakel merupakan alat yang digunakan untuk mendorong tinta pada kain screen, sehingga tinta akan pindah dari permukaan kain screen lalu jatuh ke media cetak (kain). Karet rakel biasanya terbuat dari karet atau plastik sintetik.

Akan tetapi, Rakel yang kita gunakan sering kali cepat aus/rusak karena kurangnya perawatan.

Berikut ini ada beberapa tips mudah cara merawat rakel agar tetap awet seperti baru:

1. Setelah selesai menyablon dengan menggunakan rakel. Segera bersihkan rakel dari kotoran sisa dari tinta sablon. Apabila dibiarkan terlalu lama nantinya akan mengerak dan sulit untuk dibersihkan.
2. Simpan rakel dengan posisi gagang dibawah.
3. Agar lebih rapi, rakel bisa ditaruh di rak, ataupun digantung

rakel2

sumber : charlie sps

Posted in Meja Sablon | Leave a comment

Screen Sablon

Pertanyaan yang paling sering di tanyakan sama gesuter “Gan screen sablon yang bagus buat nyablon kaos yang mana ?”  sebenarnya pertanyaan yang pas nya seperti ini ” Gan Gambar yg seperti ini, cocoknya pakai screen yang mana ya…”?

sebenarnya ini pertanyaan basic cuman agak susah jawab nya karena relatif . nah biar ga terlalu bingung, ane kasih gambaran aja buat pemula yang mau belajar sablon atau bingung mau pilih screen sablon yang mana….

screen sablon terdiri dari berbagai ukuran dan Type nya (mesh – kerapatannya).  mulai ukuran kecil hingga besar. mulai dari T kecil sampai T besar.. semua nya di buat berdasarkan kebutuhan dari gambar yang akan kita pakai.  gambar kecil ga perlu screen segede gaban. dan gambar besar tdk bisa di screen kecil….

screen

dan untuk Mesh atau T nya lah (itu aja sih yang ane tahu) itu bisa macam-macam. biar gampang ane kasih contoh. klo T48 agan bisa bayangkan dalam 1 kotak ada 48 lubang. kalo T 77 agan bayangkan 1 kotak ada 77 lubang. artinya semakin tinggi T nya semakin rapat dan kecil lubang pori-poringnya.  lubang pori-pori yang besar biasanya keluar tintanya juga lebih banyak.

jadi sebelum menentukan screen yang akan di pakai. kita lihat dulu gambar yang akan di pakai, apakah perlu pori-pori yang besar atau yang kecil.

dibawah ini sample yang berlaku umum dalam pemakain screen :

T 12 (bandung) klo di jakarta sih bilangnya T48 itu biasanya di pakai sablon gambar ngeblok

T12

T 14 (bandung) klo di jakarta sih bilangnya T54 itu biasanya di pakai sablon gambar ngeblok juga

T14

T 16 (bandung) klo di jakarta sih bilangnya T61 itu biasanya di pakai sablon gambar ngeblok + ada tulisan / bentuk kecil – kecil

T61

T77 biasanya di pakai buat sablon separasi untuk tinta rubber

T77

T90 biasanya di pakai buat sablon raster untuk tinta Plastisol

T90

T120 biasanya di pakai buat sablon raster untuk tinta Plastisol lebih detil lagi..

T120

itu aja deh…CUMAN PANDUAN INI GA MUTLAK YA… KADANG TIAP ORANG BISA BEDA-BEDA

Posted in alat sablon | Tagged , | Leave a comment